kabar bangli — Marak Aksi Massa, Jumlah Penumpang di Bandara Ngurah Rai Masih Normal Di tengah maraknya aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai kota besar di Indonesia, aktivitas penerbangan dan jumlah penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dilaporkan masih berjalan normal. Tidak ada gangguan operasional maupun lonjakan penumpang yang signifikan akibat aksi massa nasional tersebut.

Baca Juga : Barcelona Bimbang: Pilih Uang Besar atau Masa Depan Bersama Fermin Lopez?
Pihak PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara menyatakan bahwa hingga Senin siang (1/9), lalu lintas penerbangan berlangsung sesuai jadwal, baik untuk rute domestik maupun internasional. Meskipun ada peningkatan perhatian terhadap situasi nasional, tidak terjadi lonjakan pembatalan tiket, penumpang panik, maupun penumpang keluar masuk secara tidak wajar dari wilayah Bali.
“Sampai saat ini, semua penerbangan on schedule. Jumlah penumpang masih sesuai tren harian normal. Belum ada indikasi pergerakan luar biasa akibat aksi massa,” ujar General Manager Bandara Ngurah Rai, Rahmat Adil Indrawan, kepada awak media.
Keamanan Diperketat, Tapi Situasi Kondusif
Walaupun aktivitas di bandara berlangsung normal, pengelola tetap meningkatkan prosedur keamanan internal bekerja sama dengan TNI, Polri, dan Aviation Security (Avsec). Pemeriksaan barang dan identitas dilakukan lebih ketat untuk mencegah potensi gangguan keamanan.
“Kami meningkatkan patroli dan pemantauan CCTV. Tidak ada status siaga khusus, tapi pengawasan ditingkatkan sebagai langkah preventif,” tambah Rahmat.
Selain itu, aparat kepolisian juga bersiaga di sekitar pintu masuk dan akses jalan menuju bandara, guna mengantisipasi kemungkinan penyusupan aksi massa atau kelompok yang tidak bertanggung jawab.
Wisatawan Tetap Ramai, Penerbangan Wisata Normal
Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama pariwisata Indonesia tetap menunjukkan tingkat okupansi penumpang tinggi, terutama dari turis asing yang datang dari Australia, Singapura, dan Eropa. Mereka masih mengisi rute-rute internasional dengan rata-rata load factor mencapai 80–90 persen.
Salah satu turis asal Melbourne, Australia, mengaku tidak mengetahui adanya aksi demonstrasi besar di Indonesia. Ia menyebut situasi di Bali sangat tenang dan aman.
“Everything is calm here. We didn’t hear anything serious. The airport is smooth and organized,” katanya saat ditemui di area kedatangan.
Koordinasi dengan Pihak Maskapai dan Pariwisata
Bandara juga telah melakukan koordinasi rutin dengan pihak maskapai penerbangan serta Dinas Pariwisata Provinsi Bali, guna memastikan layanan kepada penumpang tidak terganggu oleh dinamika nasional.
Hingga saat ini, tidak ada maskapai yang mengajukan pembatalan atau penyesuaian rute penerbangan akibat kondisi sosial-politik. Hal ini menjadi indikasi bahwa industri penerbangan, khususnya di Bali, masih stabil.














