Bangli – Pemerintah Kabupaten Bangli memulai kegiatan reboisasi di kawasan TWA Penelokan. Program ini bertujuan memperbaiki kondisi lingkungan yang terus menurun. Selain itu, reboisasi ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur. Pemerintah, relawan, dan masyarakat bekerja bersama menanam ratusan bibit pohon. Selain itu, mereka menyiapkan area tanam agar bibit dapat tumbuh dengan baik.
Bupati Bangli menegaskan bahwa reboisasi ini tidak boleh berhenti setelah penanaman selesai. Oleh karena itu, pemerintah menyiapkan tim pemantau untuk memastikan seluruh bibit terawat. Tim juga akan melakukan evaluasi rutin agar proses penghijauan berjalan maksimal.

Baca Juga: Audiensi Kemenkum Bali ke Kejati Bali Bahas Penguatan Sinergi
Masyarakat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka membantu menanam bibit dan menjaga area sekitar. Selanjutnya, pemerintah akan membuat jadwal perawatan bersama warga. Dengan begitu, proses pemulihan lingkungan dapat berjalan lebih cepat.
Kawasan TWA Penelokan memiliki peran penting bagi pariwisata Bangli. Namun kondisi vegetasi di beberapa titik terus menurun. Oleh karena itu, reboisasi menjadi langkah yang sangat mendesak. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan wisata.
Selain menjaga lingkungan, program ini mendukung sektor ekonomi daerah. Penurunan kondisi alam berdampak pada jumlah wisatawan. Dengan reboisasi, pemerintah berharap kunjungan wisata meningkat kembali. Hal ini tentu membantu pelaku usaha lokal.
Baca Juga: Keluarga Yakin Mangku Luwes Rencanakan Pembunuhan
Program reboisasi ini menjadi awal dari upaya jangka panjang. Pemerintah berencana menambah jumlah bibit pada tahap berikutnya. Akhirnya, kawasan TWA Penelokan dapat pulih lebih cepat dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.














