Bangli – Bangli kembali menjadi bagian dari napak tilas perjuangan nasional ketika Bangli terima Pataka dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai pada Jumat (14/11/2025). Upacara berlangsung di Alun-alun Bangli dan dipimpin langsung Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta. Kegiatan ini juga menjadi rangkaian peringatan Hari Pahlawan dan HUT Puputan Margarana.
Prosesi serah terima dilakukan secara estafet dari Kabupaten Klungkung. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Bangli, Sekda Bangli, unsur Forkopimda, para veteran, TNI/Polri, pelajar, serta berbagai elemen masyarakat. Kehadiran banyak pihak menunjukkan besarnya penghormatan terhadap jasa I Gusti Ngurah Rai.
Bupati Sedana Arta Ajak Masyarakat Teladani Semangat Pahlawan
Sebagai Inspektur Upacara, Bupati Sedana Arta menegaskan pentingnya kegiatan ini untuk membangun jiwa nasionalisme. Ia menilai napak tilas tersebut mengingatkan masyarakat pada semangat perjuangan pahlawan nasional dalam merebut kemerdekaan.

“Kita tingkatkan jiwa nasionalisme dan kebangsaan melalui napak tilas ini,” ucapnya. Ia juga mengajak generasi muda meneladani keberanian dan keteguhan I Gusti Ngurah Rai yang tidak pernah mundur dalam mempertahankan kemerdekaan.
Baca Juga: Polres Bangli Perketat Pengamanan Jelang Galungan 2025
Menurutnya, nilai-nilai perjuangan harus terus diwariskan. Karena itu, Bangli terima Pataka dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai bukan sekadar seremoni, tetapi momentum memperkuat karakter kebangsaan masyarakat.
Semangat Jengah untuk Membangun Bangli
Dalam sambutannya, Bupati Sedana Arta menghubungkan semangat perjuangan dengan pembangunan Bangli saat ini melalui konsep “jengah”. Konsep ini berarti rasa malu jika tidak memberi yang terbaik, sekaligus dorongan kuat untuk bekerja maju.
Ia menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh berhenti. “Gerakan pembangunan akan terus digemakan agar rasa jengah tertanam di sanubari seluruh masyarakat,” jelasnya.
Dengan membawa semangat para pahlawan, pemerintah berharap masyarakat Bangli memiliki motivasi tinggi untuk berkontribusi pada kemajuan daerah.
Prosesi Kirab Pataka dan Penyemayaman di Tugu Makam Pahlawan
Setelah upacara, Pataka dan Surat Sakti dikirab mengelilingi Kota Bangli. Kirab ini melibatkan pelajar, organisasi kemasyarakatan, serta aparat daerah. Antusiasme masyarakat memperlihatkan rasa hormat mereka terhadap perjuangan I Gusti Ngurah Rai.
Baca Juga: Papan Catur Jumbo di Alun-Alun Bangli Jadi Fasilitas Rekreasi
Dokumen tersebut kemudian disemayamkan sementara di Tugu Makam Pahlawan Penglipuran. Prosesi ini menjadi bentuk penghormatan publik sebelum akhirnya Pataka dan Surat Sakti diserahkan ke Kabupaten Gianyar.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Bangli terima Pataka dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai sebagai simbol pengingat bahwa semangat perjuangan tidak boleh pudar di tengah masyarakat.














