Bangli – Gagal tender proyek jalan Bangli kembali menjadi sorotan setelah sejumlah ruas strategis di Kecamatan Kintamani tidak bisa dieksekusi pada APBD Perubahan 2025. Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menjelaskan bahwa proyek hotmix ini gagal berjalan karena waktu tender terlalu mepet. Pemerintah baru menganggarkannya pada perubahan APBD, sehingga rekanan tidak berani mengajukan penawaran, terutama karena medan jalan berada di daerah ekstrem di balik Bukit Kintamani.
Baca Juga: Pemkab Bangli Prediksi Dana Desa 2026 Turun Rp 10 Miliar, Desa Harap Tak Ada Pengurangan
Sedana Arta menegaskan bahwa seluruh proyek yang belum terlaksana akan pemerintah masukkan sebagai prioritas utama pada APBD 2026. Ia menilai kondisi ruas seperti Celok dan Kayu Selem sudah lama rusak dan terus menjadi keluhan masyarakat. Pemerintah juga menargetkan tambahan pendanaan melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk memastikan proses pembangunan berjalan lebih cepat.

Anggota Komisi 3 DPRD Bangli, I Made Sudiasa, memahami alasan teknis di balik gagal tender proyek jalan Bangli tersebut. Ia menyebut waktu pelaksanaan yang sempit menjadi kendala karena sebagian besar proyek berbasis BKK memang baru turun pada perubahan anggaran. Sudiasa berharap organisasi perangkat daerah melakukan perencanaan lebih cepat, termasuk proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
Baca Juga: Bangli Terima Pataka dan Surat Sakti I Gusti Ngurah Rai
Ia mendorong instansi teknis agar mulai menyiapkan dokumen pekerjaan segera setelah APBD 2026 selesai diverifikasi. Dengan demikian, proses lelang bisa berjalan lebih awal, dan pengerjaan di lapangan tidak kembali tertunda. Sudiasa optimistis proses persiapan sudah bisa berjalan sejak Desember agar pembangunan infrastruktur berlangsung tepat waktu.














